Sabtu, 06 Desember 2014

Mendikbud Anies Baswedan Hentikan Kurikulum 2013

Jakarta 05 Desember 2014 --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.
“Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Kemdikbud Jakarta, Jumat (05/12).
Implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.
Mendikbud Anies Baswedan juga menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. “Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006,” katanya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.
“Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan,” Anies Baswedan menjelaskan.
Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.
“Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa,” kata Anies Baswedan.
(sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/siaranpers/3590)
Lihat
SURAT MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI No.179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014 Tentang PELAKSANAAN KURIKULUM 2013

Sabtu, 01 November 2014

Guru di Jepang, RPP-nya Pikiran, Hati dan Tindakan

Surabaya --- Guru di Jepang, RPPnya pikiran, hati dan tindakan artinya sudah menyatu, bukan lagi dokumen. Demikian dikatakan oleh Kepala BSDMPK & PMPK Kemdikbud, Syawwal Gulthomsaat memberikan materi tentang Sistem Penjaminan Mutu Kurikulum 2013 di hotel Oval, Surabaya, pertengahan Maret 2014 lalu.
Kemdikbud melalui PIH mengakui, siapapun yang pernah mengajar, baik guru maupun dosen tentu sudah mengalami bahwa bukan hal yang mudah menyusun silabus. Penyusunan silabus itu rumit dan penuh konsentrasi. Di samping menuliskannya, juga harus mencari buku-bukunya, mempraktikkannya hingga mengevaluasinya.
Dengan pembebanan penyiapan silabus yang diberikan kepada guru, menyebabkan guru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyiapkan silabus. Dengan kurikulum baru, tugas administrasi diserahkan kepada pemerintah, sehingga guru dapat berkonsentrasi penuh dalam mengajar, dan efektivitas pembelajaran dapat optimal.
Realitas yang demikian itu tentu saja mengundang ketakjuban para hadirin acara tersebut yang notabene adalah para kepala sekolah dan pengawas dari seluruh wilayah di Jawa Timur. Nampak para hadirin pesimis, tidak mungkin guru-guru di Indonesia bisa seperti guru-guru di Jepang yang mengajar tanpa RPP.
Kemdikbud dalam bukunya Kurikulum 2013: Tanya Jawab dan Opini hal. 30 sudah menjawab keraguan tersebut salah satunya dengan jalan membebaskan guru dari beban menyusun silabus.
Kemdikbud menyatakan, rasionalitas dalam Kurikulum 2013 adalah mengedepankan proses pembelajaran. Beban guru untuk menyusun silabus dihilangkan. Pasalnya, silabus merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen Kurikulum 2013. Sehingga pada gilirannya, hilangnya kewajiban menyusun silabus ini akan mengurangi beban administratif para guru. Dengan demikian, para guru akan lebih berkonsentrasi pada proses pembelajaran.
Syawwal juga menyuntikkan optimismenya bahwa guru-guru di Indonesia akan bisa mengajar tanpa RPP berupa dokumen sebagaimana guru-guru di Jepang.
“Guru-guru kita lama-lama seperti itu. Buktinya, ketika belum disebut Kurikulum 2013, sudah banyak diterapkan di banyak sekolah. Tugas kementerian (Kemdikbud) hanyalah untuk menerapkan secara masif di seluruh sekolah karena bukan lagi barang mahal,” tegas Syawwal
Dia mengingatkan, melalui Kurikulum 2013 ini diharapkan guru bersama kepala sekolah dan pengawas dapat mewujudkan sekolah yang dirindukan para siswanya. Mengingat ketika Kurikulum 2013 belum digagas, iklim dan kultur di banyak sekolah cenderung tidak sehat, guru malas dan siswa tidak rindu datang ke sekolah.
“Seharusnya anak-anak itu rindu dengan sekolah. Begitu jumpa hari Sabtu, semuanya sedih. Di Jakarta ada satu sekolah yang berhasil mewujudkan ini. Tidak ada pekerjaan rumah anak, betul-betul anak insiatif sendiri. Sabtu Minggu libur itu para siswa dikasih buku-buku untuk dibaca lalu diceritakan hari Senin,” ungkapnya
Kaitannya dengan Sistem Penjaminan Mutu Kurikulum 2013, dikatakan Syawwal, sekolah dan guru di bawah standar semacam inilah yang harus didorong untuk mencapai standar.
“Inilah aksioma penjaminan mutu. Guru yang baik itu guru yang punya pengikut sehingga murid-muridnya sedih ketika datang hari Sabtu Minggu. Jangan sampai anak mual ketika bertemu guru! Jika tidak dilakukan penjaminan mutu Kurikulum 2013, sampai kapan tidak akan berubah?” pungkasnya
Prolog buku Kurikulum 2013: Tanya Jawab dan Opini terbitan PIH Kemdikbud mengutip penjelasan M. Nuh, “Kurikulum ini memberi kewenangan pada satuan pendidikan untuk mengembangkannya. Kemdikbud menyiapkan kurikulum semantap-mantapnya, sementara guru tetap mempunyai ruang untuk mengembangkannya.”
Artinya, guru diberi kebebasan untuk mengoptimalkan pembelajaran sehingga bisa meningkatkan minat belajar siswa di sekolah dan juga di luar sekolah.
Doni Koesoema A., salah seorang pemerhati pendidikan menulis pada harian Kompas, 28 Februari 2013, “Siswa adalah individu yang harus dihargai keberadaannya sebagai individu karena mereka adalah pembelajar utama dalam pendidikan. Merekalah pelaku utama dalam pendidikan. Siswa adalah subyek yang belajar. Tugas pendidik adalah menumbuhkan gairah belajar dalam diri siswa.”(Bagus Priambodo & Brilly Yudho Willanto)
kutipan dari: 
http://www.lpmp-jatim.net/artikel/kabar+sepekan/list.php?randomization404ofthewordplace=75

Senin, 05 Mei 2014

TINDAK LANJUT SOSIALISASI SERGUR 2014 KAB JEMBER

Disalin dari blog Tendik-Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, diinformasikan bahwa :
1.  PENDISTRIBUSIAN A1 PADA SAAT PEMBERKASAN DI DINAS PENDIDIKAN KEPADA MASING-MASING PESERTA
2.  BERKAS YANG DISERAHKAN :
  • Format A1.
  • FC SK pertama sampai dengan terakhir.
  • FC SK Pangkat terakhir bagi PNS.
  • Pas Foto ukuran 3 x 4 berwarna 4 lembar ditempel di kertas folio dengan identitas dibaliknya.
  • FC ijazah terakhir dilegalisir terbaru oleh yang berwenang, jika sebelum S1 mempunyai ijazah Diploma harus disertakan dan dilegalisir terbaru.
  • FC SK pembagian tugas mengajar 5 tahun terakhir oleh yang berwenang.
  • Surat pernyataan dari calon peserta yang menyatakan bahwa dokumen yang dikumpulkan asli dengan bermaterai 6000.
  • Semua berkas dibuat rangkap 3 (tiga).
3.  BERKAS DIMASUKKAN DALAM MAP SNELHECTER (BUSSINESS FILE) DENGAN KETENTUAN SBB :
  • TK/SD berwarna kuning
  • SMP berwarna biru
  • SMA/SMK berwarna merah
4.  TAHAP PEMBERKASAN
  • TAHAP I : NO. URUT 1 – 250 TANGGAL 07 MEI 2014 pkl 08.00 – SELESAI
  • TAHAP II : NO. URUT 251 – 500 TANGGAL 08 MEI 2014 pkl 08.00 – SELESAI
  • TAHAP III : NO. URUT 501 – 750 TANGGAL 09 MEI 2014 pkl 08.00 – SELESAI
5.  PANITIA PEMBERKASAN
  • Penanggung Jawab : Kepala Bidang Tendik
  • Ketua : Kasi Tenaga Teknis SMP/SMA/SMK
  • Wakil Ketua : Kasi Tenaga Teknis TK/SD
  • Anggota :

  • Atmodjo
    Hariyono, SH
    Amir Ma’ruf, SH
    Diah R, S.Pd
    Titik Setyowati, S.Pd
    Abdul Halim Qomar
Catatan :
Untuk nomor urut pada tahap pemberkasan disesuaikan dengan nomor urut absen pada acara sosialisasi sergur pada tanggal 28-29 April 2014.
Berikut Daftar nama peserta yang mengikuti sertifikasi 2014 khusus dari SMK (Negeri dan Swasta) Kabupaten Jember bisa dilihat di bawah ini atau di download/diunduh disini

Kamis, 24 April 2014

CEK KEBENARAN DATA TP-2014

Kami menerima data penerima Tunjangan Profesi Guru (TP) untuk penerimaan tahun 2014 dengan pesan sebagai berikut :

Yth. Bpk/Ibu Pengelola & Operator Tunj Dikmen Se-Jatim
Bersama Ini Kami Kirimkan File Data TP Bukan PNS Dikmen Tahun 2014.
Mohon Dicermati Keterangan Yang Ada Dalam File Tersebut.
Atas Perhatian dan Kerjasama Yang Baik, Kami Sampaikan Terima Kasih

Salam Hormat,
Dikmen Jatim
Bidang Tendik
Dinas Pendidikan Prov. Jatim 


Untuk mempercepat kami tampilkan diwebsite ini, apabila ada yang kurang atau salah mohon segera mengajukan pembetulan dengan datang ke Sekretariat MKKS (SMK Berdikari Jember).


Mohon diperhatikan, meskipun sudah tertulis SIAP SK, namun kami minta mengecek ulang isi data secara lengkap dan benar, karena mungkin ada yang kurang (misal tanggal lahir).
Maaf, kalaupun bisa didownload, pembetulan kami minta dibuatkan sendiri menggunakan Office Excel spreadsheet (lembar kerja Office Excel) atau silahkan menggunakan format file (klik untuk mengunduh) Blangko-Revisi-Data-TP-2014-SMK....xlsx isi ... dengan nama SMKnya dan hasil perbaikan dapat dikirimkan ke Sekretariat MKKS atau cukup mengirimkan file perbaikan melalui inbox facebook Esemka Berdikari Jember atau email ke: bdkguru@gmail.com.
HASIL CEK DAN PERBAIKAN KESALAHAN
Jika masih salah, mohon maaf ditunggu saja datangnya cek-ulang data berikutnya, maka untuk mempercepat informasi tersampaikan dipersilahkan Guru-guru SMK Kabupaten Jember bergabung dengan grup facebook SBI-SMKS JEMBER.

AUTOCAD 2010 : Fungsi Draw dan Modify Toolbar

AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D) yang dikembangkan oleh Autodesk. Keluarga pro...